Startup Tidak Mengadopsi Scrum Atau Agile Metodologi - Apa Akibatnya

Ketika Tech Startup Tidak Mengadopsi Scrum Atau Agile Metodologi

mengenal scrum master

Scrum adalah sebuah kerangka kerja (framework) untuk mengelola proyek atau membangun produk, biasanya pengembangan perangkat lunak. Pengembangan perangkat lunak dengan Scrum sering dianggap sebagai metodologi, tetapi Scrum lebih dari sebagai metodologi, atau sebagai kerangka kerja untuk mengelola suatu proses. (PelajariMemahami Design Thinking Untuk Menyelesaikan Masalah Startup Yang Kompleks)

Scrum : sebuah kerangka kerja di mana orang-orang dapat menyelesaikan permasalahan kompleks yang senantiasa berubah, di mana pada saat bersamaan menghasilkan produk dengan nilai setinggi mungkin secara kreatif dan produktif.

Scrum dinilai memilki banyak kelebihan dari pada metode Waterfall. Sebagai startup yang menghasilkan sebuah produk baik mobile app, web app, ataupun semua platform yang menggunakan software base, scrum memiliki kelebihan yang lebih optimal dari pada menggunakan metode waterfall.

1. Tanpa Scrum Startup Akan Kesulitan Menentukan Proritas Modul/Produk.

scrum pada startup

Ketika anda konvensional atau bahkan tanpa menggunakan metode tertentu untuk mengatur startup anda, maka bisa dipastikan setiap langkah akan terasa tidak teratur dan asal asalan. Programmer dan founder tidak akan pernah tahu mana yang menjadi prioritas utama dalam sebuah produk. Mana MVP (Prototype) awal yang harus nya menjadi pembahasan utama ketika produk akan rilis, dan hal penting lainnya.

Kegagalan dalam mengelola produk akan terus di bayang bayangi, serta keinginan untuk menciptakan produk yang sangat kompleks namun sayang nya tidak ada satupun user yang menggunakan. Selain itu developer akan mengalami kurang kendali dan susah untuk di monitoring target dan progres nya.

Baca Juga :  Pinjaman Online Langsung Cair Product Startup Fintech

Indikasi :

  • Produk tak kunjung selesai
  • Tidak ada fitur paling penting yang membuat user nyaman
  • Gagal menyelesaikan problem yang di market
  • Terjadi ketidak cocokan pekerjaan antara founder, developer, dan manager
2. Tanpa Scrum Team Akan Sulit Dikendalikan.

Scrum bukan hanya sebuah teori, namun scrum juga termasuk alat kontrol dari semua kegiatan yang ada di Startup. Sebagai startup tuntuntan untuk memperbaiki sisi internal ada sebuah kegiatan yang harus dilakukan secara terus menerus, dan menjadi agenda rutin. Dengan demikian scrum akan membantu para Founder atau team developer untuk memastikan pekerjaan yang telah disepakati bisa di laksanakan dengan baik. (PelajariScrum : Framework Startup Dalam Membangun Produk)

Dengan scrum akan membantu keterbukaan dari setiap team di dalam startup. Semua lapisan team akan menyatukan pendapat dengan timeline yang sama, dan goal yang tepat. Team Developer (Programmer, QA, dan Tester) akan berjalan dengan alur yang tepat dan tidak keluar jalur dari progres kegiatan yang di lakukan.

Indikasi :

  • Pekerjaan yang selesai tidak sama dengan konsep
  • Hasil tidak sesuai dengan keinginan market
  • Proses development yang tidak rapi dan tidak ontime
  • Dokumentasi software tidak berjalan dengan baik
  • Produk tidak melalui fase pengujian yang layak
3. Tanpa Scrum Produk Tidak Akan Ter Mapping Dengan Baik.

management team dengan scrum

Scrum tentunya akan membuat mapping pengaturan team anda akan lebih baik, daripada anda tidak pernah malakukan optimasi dalam bentu apapun. Semakin besar team yang anda buat tanpa ada nya metodologi yang memadai serta “culture” perusahaan yang salah akan membuat anda susah untuk mengatur irama permainan dalam team startup.

Baca Juga :  Design Sprint - 5 Hari Merancang Produk Unggulan

Selain itu semua orang tidak akan memiliki tanggung jawab ke-organisasian yang baik, dan akan terjadi tumpang tindih pengambilan keputusan. Serta founder akan merasa bekerja di semua lini, mulai dari atas hingga bawah.

Indikasi :

  • Kegagalan founder mengkonsep produk menjadi awal mula kegagal team developer
  • Team Developer tidak terpantau progres rutin harian
  • Tidak adanya scrum master menyebabkan pekerjaan team developer terhambat karena harus mengabil keputusan yang tidak semestinya.
  • Team Developer terlalu lama mendapatkan jawaban dan keputusan dari founder.
4. Scrum Adalah Budaya Perusahaan.

Ketika semua kegiatan yang dilakukan di tech startup masih sepenuh nya dikerjakan oleh founder mana, disini lah dia terkena jebakan “founder trap” sehingga semua kegiatan harus founder yang mengerjakan, bahkan sampai di zona teknis.

Ketika anda diposisi ini beralihlah konsentrasi untuk melakukan management perusahaan yang lebih baik. Karena startup adalah organisasi yang mengelola sebuah bisnis dengan rapi dan efisien.

Indikasi :

  • Pekerjaan tidak dapat dilakukan tanpa founder
  • Misi perusahaan tidak tersampaikan kesemua team
  • Team tidak memiliki kesadaran dalam melakukan pekerjaan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *