Menjangkau Millennial Market Dengan Social Media Untuk Bisnis

Startup Talk : Jangkau Audience Millennial Dengan Social Media Untuk Bisnis

Startup Speakup kembali menghadirkan Michael Sugiarto untuk mengisi pada event Startup Talk dengan tema “Effective Ways to Reach Millennial Market”. tentunya kita melihat bahwa saat ini jangkauan audience dan market di usia 15-22 tahun sangat mendominasi market social media.

Mereka memiliki kebutuhan akan data internet yang cukup besar. Serta trend dan keinginan terus menggunakan social media adalah salah satu kebutuhan dan kunci penting untuk menjangkau segmen audience ini ini. Tentunya millennial tidak serta merta untuk market remaja saja, namun social media juga menjangkau market yang di usia produktif diantara 25-35 tahun. (Relasi : 5 Kesalahan Fatal Dalam Mengunakan Social Media Untuk Berbisnis)

Michael membagikan berbagai macam karakter dari setiap segmen market ini. Karena mereka memerlukan kebutuhan dan cara pendekatan yang berbeda. Dengan mempelajari karakter dan engagement proses yang tepat kita bisa mendapatkan perhatian khusus dari bisnis kita melalui social media.

Michael juga membagikan tips penting agar bisnis yang kita miliki juga mampu membangun brand melalui social media, serta mampu meningkatkan komunikasi kepada audience baik di segmen millennial ataupun ke segmen Gen Y.

Baca Juga :  Semangat Menuju Industry 4.0 di Universitas Trunojoyo

Pentingnya strategi komunikasi saat menggunaakn social media sangat diperlukan, karena ketika pengguna/brand menggunakan social media dengan hardselling akan di mungkinkan untuk terlalu susah dalam engagement daru audience.

Cuplikan video kegiatan

Ada 5 Langkah Untuk Brand bisa Menjangkau Millennial Market diantaranya adalah :

1. Memulai dengan Membangun Brand.

Sebagaian besar millennial menilai dan memilih sebuah produk karena brand. Apakah startup tidak bisa bersaing dengan brand produk yang sudah besar. Tentunya bisa karena startup juga memiliki kesempatan untuk membangun Brand. Brand adalah janji yang diberikan kepada user dan user “meng-iya-kan” janji tersebut karena sesuai dengan kondisi produk atau layanan.

2. Bangunlah Konten Yang Membangun dan Tampilkan Brand-mu

Sebagian besar millennial melakukan pembalian karena referensi dari orang lain, dari influencer yang membangun konten dan menampikan konten produk anda secara softselling. Dan mereka mengikuti langkah orang lain dalam menilai dan memulai untuk melakukan pembelian.

3. Influencer adalah Kiblat Mereka. 

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa peran penting influencer dalam menceritakan produk yang anda miliki, serta melakukan drivent market melalui influenser selain bisa dimulai dengan cost yang murah, tentunya bisa membangun kedekatan antara brand dengan user, melalui orang lain yang bisa mereferensikan produk tersebut dengan baik.

Baca Juga :  Founder Hangout : "Growth Selling Exponential Formula For Startup"

4. Membuat sebuah “Engagement”

Brand lebih harus komunikasitif dan dekat dengan user millennial. Market millennial cenderung ingin di dengar dari saran dan masukan yang mereka berikan kepada brand.

5. Layani dengan Baik

Millennial market cenderung tidak akan loyal dengan brand yang mereka pandang tidak memiliki layanan yang terbaik. Sehingga layani mereka meskipun mereka cenderung merepotkan, karena suara negatif nya mereka juga akan mempengaruhi calon pembeli selanjutnya.

Silahkan download materi(PDF :56 Pages) 

Share Untuk Membuka Kontenimage/svg+xml
Unclock konten ini dengan membagikan ke social media anda.

Setiap bulan Startup Speakup selalu mengadakan event event penting dan sangat berbobot, dengan narasumber yang menguasai di bidang nya. Tidak mau ketinggalan event penting di Startup Speakup? Daftar sebagai member disini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *