Bekraf Salurkan Bantuan Pemerintah Untuk Revitalisasi Ruang Kreatif

Bekraf Salurkan Bantuan Pemerintah Untuk Revitalisasi Ruang Kreatif

Bantuan Pemerintah Bekraf

Bekraf salurkan program bantuan pemerintah untuk melakukan revitalisasi ruang kreatif untuk tahun anggaran 2018. Program ini bertujuan sebagai upaya menumbuh kembangkan inovasi dan kreativitas individu, komunitas dan masyarakat umum serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui subsektor ekonomi kreatif maka Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia memberikan Bantuan Pemerintah untuk Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tahun 2017, Deputi Infrastruktur telah memberikan Bantuan Pemerintah kepada 48 (empat puluh delapan) Penerima Bantuan Pemerintah yang tersebar di beberapa wilayah yang terdiri dari Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten, Komunitas Kreatif, Lembaga Adat dan Koperasi, dengan masing-masing Penerima Bantuan Pemerintah tiap jenis bantuan meliputi 24 (dua puluh empat) Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, 39 (tiga puluh Sembilan) Sarana Ruang Kreatif dan 6 (enam) Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Bantuan ini diharapkan mampu mendorong dan meningkatkan minimal 1 (satu) subsektor dari 16 (enam belas) subsektor ekonomi kreatif yang diampu oleh Badan Ekonomi Kreatif. Dalam implementasinya, bantuan ini harus berperan mendukung tumbuh kembangnya dan meningkatnya potensi kreatif di wilayah tersebut. Bantuan Pemerintah ini diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Pembagian Bantuan Pemerintah Untuk Revitalisasi Ruang Kreatif
  1. Revitalisasi Fisik Sarana Ruang Kreatif : Bantuan berupa Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif yang meliputi Pusat Kreatif, Pusat Ekshibisi, Inkubator Bisnis. Ketiga bentuk Ruang Kreatif itu meliputi Bangunan Fisik termasuk Sarana Kelengkapan dan Pemeliharaan (Maintenance).
  2. Sarana Ruang Kreatif : Bantuan berupa Sarana Ruang Kreatif diantaranya tata cahaya, tata suara, properti pertunjukan, proyektor penayangan, signage, instrumen musik, kamera foto dan video, scanner, meja potong, manekin, mesin sablon, mixer, peralatan kriya, 3D printing, peralatan desain produk, peralatan masak, dan lain sebagainya.
  3. Teknologi Informasi dan Komunikasi : Bantuan dalam bidang Teknologi informasi dan komunikasi diantaranya komputer, server, notebook/laptop, motion capture, rander farm, sistem operasi, perangkat lunak animasi, produktivitas, jaringan internet, web hosting dan lain sebagainya.
Kriteria Pengusul atau Penerima

Penerima bantuan pemerintah untuk Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus memenuhi kriteria:

  • Telah menjalankan program sebelum pengajuan proposal bantuan minimal 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan foto/video pendek sebagai lampiran proposal, dan rencana kegiatan yang berkelanjutan minimal 2 (dua) tahun ke depan sejak tahun proposal diajukan;
  • Telah melakukan seluruh proses Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sebelum pengajuan proposal.
  • Merupakan organisasi berbadan hukum kecuali ditetapkan lain dan dibuktikan dengan copy dokumen sebagai lampiran proposal;
Persyaratan Umum
  1. Pengusul mengajukan proposal detail termasuk dokumen/spesifikasi teknis
  2. Pada tahun anggaran berjalan tidak sedang atau akan menerima fasilitasi sejenis dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan/atau APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dari Kementerian/Lembaga lain, dan sumber pendanaan lainnya;
  3. Pengusul wajib mengutamakan penggunaan material dan/atau produk dalam negeri
  4. Penerima Bantuan Pemerintah Badan Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2017 dapat kembali mengajukan Proposal Bantuan Pemerintah pada Tahun Anggaran 2020.

Download Buku Petunjuk Teknis dan Registrasi Pengajuan Proposal di bawah ini :

Share Untuk Membuka Kontenimage/svg+xml
Unclock konten ini dengan membagikan ke social media anda.

Setiap pengajuan proposal harus mengikuti format buku petunjuk teknis serta melakukan registrasi melalui situs resmi dari Bekraf. Selain itu sebagai pertimbangan dari penerimaan proposal adalah lokasi atau kota dari lembaga pengusul sudah melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *