Bagaimana Peneliti dan Inovator Bisa Menjual Produk Inovasi

Bagaimana Peneliti dan Inovator Bisa Menjual Produk Inovasi

Kemandirian bangsa memang salah satu nya di pengaruhi karena anda nya pengembangan teknologi dan inovasi dari dalam negeri yang disaat yang sama juga di proteksi oleh negara, kenapa hal ini penting karena inovasi ibarat anak bayi yang sedang berkembang butuh bantuan dari beberapa pihak agar semakin kuat dan mendapat kepercayaan serta posisi penerapan yang lebih tepat.

Bukan berarti kondisi ini sebagai alasan kurang nya keinginan untuk berjuang dalam hal inovasi, namun proteksi inovasi menjadi hal yang sangat penting, karena adanya kepentingan kepentingan yang bisa saja menjadikan inovasi dalam negeri semakin tidak di percaya oleh negara sendiri, atau serangan dan kompetitor yang menang sudah siap untuk menutup posisi inovasi dalam negeri. Perlu diperhatikan kembali kenapa proteksi dari pemerintah menjadi perhatian penting, karena ketertingalan di Indonesia sangat tajam. Dan pemerintah serta merta kurang waspada dengan tumbuhnya inovasi dalam negeri serta kesadaran untuk membuat perlindungan yang lebih komprehensif.

Bagaimana langkah peneliti dan inovator yang bisa berkarya di dalam negeri nya sendiri, yang notabene para peniliti banyak sekali di kalangan dosen ataupun lembaga penelitian nasional.

Baca Juga :  Jangan Cuma Euforia Industry 4.0! Ini PR Yang Harus Kita Kerjakan Bersama

Menjual Intellectual Property

Dengan menjual intellectual property, maka peneliti akan bisa lebih fokus pada sisi penelitian dan pengembangan produk. Karena posisi para peneliti yang sebagaian besar adalah dosen, di hadapkan dengan kewajiban mengajar, membentuk kurikulum, mempersiapkan ujian, tesis, tugas akhir, laporan keuangan penelitian, pertanggung jawaban penelitian dan semua perkara non teknis yang menjerat para peneliti dalam negeri.

Erat dengan Industri yang Mendukung. 

Menjalin relasi sangat diperlukan, kebanyakan para inovator kurang memiliki relasi dari sisi pemodal, pemasaran, dan pabrikasi. Kegiatan penelitian dan inovasi tentunya harus memperhatikan banyak aspek.

Menjalin kerjasama dengan pihak lain atau industri yang mendukung akan memudahkan produk inovasi untuk diserap, serta saling mendukung antara penelitian dengan industri. Dimana industri juga bisa mendapatkan keuntungan dari pemanfaatkan inovasi tersebut.

Kelayakan Penelitian Sudah di Level Sertifikasi/Standarisasi.

Kebanyakan produk inovasi tidak mampu di gunakan oleh industri karena kondisinya yang masih terlalu prematur, kondisi Indonesia tidak seperti kondisi di luar sana. Industri dalam negeri tentu tidak mau mengambil resiko dengan menggunakan produk inovasi yang masih prematur.

Baca Juga :  Bersama Para Peneliti Dukung Undang Undang Riset dan Inovasi

Akan lebih baik apabila peneliti dan inovator melengkapi inovasi yang mereka buat hingga memiliki standart industri yang baik. Apakah hal ini bisa dilakukan tentunya bisa. Meskipun harus melibatkan berbagai elemen di lembaga pendidikan, cara ini akan lebih menarik industri untuk menggunakan inovasi karya dalam negeri.

Selamat berkarya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *